Halaman

Selasa, 28 Juli 2015

Buat Kalian yang masih aja nyinyirin Profesi orang lain (baca: kami)

Mungkin bukan hal aneh bagi kami para PNS untuk selalu mendapat sorotan, di media masa, di sosial media, banyak sekali membahas tentang kami. Awalnya saya pribadi cuek aja, tapi lama kelamaan kok gerah ya? Dinyinyiriiin mulu..


Sebenarnya apa sih keuntungan buat anda – anda sahabat saya yang membicarakan kami? Mengatakan buat apa jadi seperti kami? Atau bahkan menjelek – jelekkan profesi kami?

Kami memilih profesi ini dengan alasan – alasan pribadi kami, berbicara mengenai pribadi tentu setiap individu mempunyai perspektif sendiri – sendiri. Toh kami masuk masih dengan ketatnya seleksi. Untuk apa anda menyoroti alasan kami? Anda menjadi seperti anda juga bukan urusan kami?


Anda mengatakan kami itu zona nyaman, gak kerja, santai – santai melulu?


http://www.suarakutim.com/wp-content/uploads/2015/01/nasib-pns.jpg
Mungkin anda hanya melihat secara sampling aja, sampling itu pun ana lihat di mall, pasar, dsb berapa ribu orang sih yang anda lihat? Padahal jumlah kami ada ratusan ribu bahkan jutaan? Kemana yang lainnya?


Ya kami memang santai – santai, Cuma meneliti dokumen aja kok. Soalnya kalo dokumen itu asal – asalan kami tanda tangani, salah – salah kami kena audit ekstrimnya masuk bui. Santai kan? 


Santai dengan konsisten melaksanakan pekerjaan kami jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun, agar akhir tahun bisa santai, namun Penerimaan Negara harus sesuai target, pengeluaran untuk infratsruktur sudah tinggi, utang IMF sudah tinggi, negara berharap pada penerimaan yang dibebankan ke kami. Santai tho...?

http://v-images2.antarafoto.com/g-pr/1351681801/dipukul-karena-menolak-diborgol-01.jpgIya, kami ga kerja kok.. kami mainan hp whatsapp’an dengan kerabat kami sekedar memberi kabar atau koordinasi, soalnya kami tidak dibebani pekerjaan administrasi, tapi sayang ketika sirine berbunyi, status bencana harus meningkat, guna menghindari jumlah korban, cukup kami tinggalkan gadget kami, simple kan?

Iya, Benar sekali zona nyaman,karena penegak hukum harus memberi contoh hidup nyaman itu seperti apa, tidak melakukan kejahatan, tidak melakukan fraud, dan tidak melakukan pelanggaran disiplin lainnya, contoh itu kami tujukan pada orang yang akan kami hadapi, tersangka limpahan dari Kepolisian, penyelundup dokumen, pengedar narkoba, atau rekan kami yang melakukan pelanggaran disiplin, nyaman sekali itu

Anda katakan kami buang – buang uang negara untuk anggaran yang dihabiskan?

Apakah anda mau penghasilan anda dipotong untuk orang lain? Ya kalo 100-500rb aja oke, tapi kalo 1jt? 1/6 sampai 1/3 penghasilan anda? Mau?

Itu kenapa ada aturan jikalau mengusulkan anggaran itu mbok ya jangan ngepas – ngepas, kalo – kalo ada kejadian diluar kehendak manusia.

Anggaran itu harus habis sebagai pertanggung jawaban kami yang mengusulkan, namun jika anda tahu... butuh kemampuan untuk menjadikan anggaran itu efektif, kami malu sama pejabat pembuat komitmen, auditor kalo kita dinasnya abal – abal. Masalah malu itu tergantung juga kok sama pribadinya. Overbudget? Ya siap kena sanksi, dinas fiktif? Ya siap – siap aja setiap malam mimpi bapak/ibu inspektorat ganteng hadir di mimpi.

Apa yang anda masalahkan? hidup kami lebih terjamin?

Untuk masalah kesehatan, kami memang mendapatkan fasilitas Askes sekarang BPJS. tapi klaimnya ga semudah yang kami perkirakan, harus melalui proses administrasi antar instansi, lewat rujukan dan sebagainya, sekedar saya bandingkan saja, saya dengan istri yang bekerja di swasta asing, cukup bayar, setelah itu di-reimburse ga peduli kapanpun dimanapun bayarnya kadang lebih.

Pensiun? ya kalee orang kita nabung juga kok, pensiun pun diperoleh setelah sekian tahun masa kerja, pensiunnya pun ga seberapa. Apa yang kalian pusingkan? 

Semua ada konsekwensinya. Mau dapat pensiun? ya kerja sungguh - sungguh lalu menabung, mau jaminan kesehatan yang baik? sisihkan uang anda untuk program jaminan kesehatan / asuransi kesehatan.

  • Anda tidak ingin jadi PNS? so what? perlu kaos bertuliskan "eh gue ga mau lho jadi PNS?" trus lantas anda dapat undian atau hadiah?;
  • PNS dapat remunerasi? perlukah berkoar toh bayaran anda lebih banyak? remunerasi itu juga didasarkan beban kerja, ingat Tuhan sudah mengatur rizki seseorang;
  • Anda dipersulit? ada Ombudsman tuh... laporin aja, gampang kan?;
  • Teman anda obsesi jadi PNS? biarkanlah seseorang menentukan masa depannya,  toh anda menjadi pengusaha, pegawai Bank, bekerja di kapal asing, bekerja di luar negeri, menjadi ini menjadi itu tidak ada orang yang mempermasalahkan. Jangan menjelekkannya, HAM mengatur;
Ingat kawan, ga ada manfaatnya kita menyoroti profesi orang lain, belum tentu juga profesi kita lebih baik dari mereka. Jika memang ada oknum nakal ya laporkan aja, tapi ingat! Oknum bukan mencerminkan kami semua.

Dalam dunia kerja, Yang harusnya perlu disorot adalah berapa persen dari penghasilan yang anda zakatkan? Sudahkah anda menunaikan zakat? Baru dah nyinyirin...hahahaha




Senin, 08 Juni 2015

Pesona Liga Indonesia di FM (2) : SEBUAH LIGA INDONESIA IMPIAN

Masih tentang pesona Football Manager dan Liga Indonesia di mata saya. Saya terlalu menjiwai dalam bermain, menggunakan hati saya untuk se-ombyok manusia virtual dalam dunia virtual untuk saya perlakukan layaknya manusia di alam nyata. Dari dulu saya sadar jika negara kita itu luas, biaya operasional mahal, namun infrastruktur belum sempurna. Saya terapkan semua itu di dalam dunia Football Manager melalui menu Edit.

Ketika ada permasalahan di Liga Kita dulu (ada liga tandingan), saya merombak total sistem liga di menu edit, membutuhkan waktu berhari – hari, sejenak melupakan skripsi.
Berikut sistem liga buatan saya :
Divisi Super Liga (I)
Terdiri 15 Tim mengarungi kompetisi penuh, 3 degradasi, saya bermaksud membatasi pemain asing menjadi 3 (tiga) namun sayangnya saya tidak tau di menu mana, sehingga pemainasing bebas.
Divisi Primer (II)
Terdiri 18, 9 barat dan 9 timur, namun lagi – lagi saya bermaksud membatasi pemain asing menjadi 3 (tiga) yang terdiri 2 (dua) non asia dan 1 (satu) asia  namun sayangnya saya tidak tau di menu mana, sehingga pemainasing bebas.

Divisi bawahnya lagi tak tersentuh oleh saya, tapi jikalau ada dan bisa, saya akan buat 32 Tim dibagi menjadi  4 grup masing – masing grup ada 8 tim, juara 1,2,3 lolos ke super liga, Kemudian saya bermaksud agar yang menghuni grup tersebut sesuai dengan lokasinya, misal grup 1 klub dari Sumatera, grub 2 Jawa Bali Nusatenggara, Grub 3 Sulawesi dan Kalimantan, Grub 4 Papua Maluku, namun Pasti tidak bisa.hahahaha

Untuk sistem copa/cup, saya default saja. Namun kalau bisa mengatur ya pasti saya atur berdasarkan homebase klub sayang tidak bisa..hehehe

Kebijakan Pembinaan Usia Muda
Ada tim U 18 di setiap klub, ada TIM REVERSE seperti liga eropa, namun maksud saya mengenai tim REVERSE adalah tim primavera, yang kompetisinya bebas mau berapa saja pemain asing yang ada disini, jadi bisa menaungi pemain asing dari negara konflik atau pemain yang sedang minta suaka (korban kuliah Hukum Internasional), pemain muda keturunan yang belum dinaturalisasi, dan pemain yang tidak mendapatkan tempat di Tim inti (intinya ga sembarang pemain asing ada disini) yah lagi – lagi maksud non teknis saya saja... hanya bisa saya rasakan sendiri saja, karena tidak ada menu-nya.

Liga buatan saya di FM benar – benar hangat jika saya bayangkan sekarang mengingat kompetisi Liga Indonesia yang tidak kunjung pasti, Gaji Nunggak, Hutang Menumpuk, Biaya Operasional tinggi, namun konsumsi pemain asing sangat luar biasa. Juga pas ketika merasakan ada warga keturunan yang ingin membela timnas dan banyaknya pengungsi yang mungkin diantara mereka mempunyai bakat luar biasa di bidang sepak bola, jangan salah Ibrahimovic dulu pengungsi juga lho dan dia berkontribusi untuk Swedia... #Hungry4Glory Indonesian Football


Pesona Liga Indonesia di FM (1) : ketika alam virtual ditemui di alam nyata

Kesibukan kerja, berkeluarga, membuat saya sama sekali tidak mungkin, tidak bisa, dan tidak akan  mau bermain Game Favorite saya : Football Manager, yang saya anggap “Syeitan” dalam dunia saya, karena membuat saya ketagihan layaknya junkies, lupa waktu, dan marah – marah gak jelas....


Namun belakangan ada teman saya yang meng-install game ini namun tidak pernah bermain sebelumnya, lalu menanyakan pada saya tentang bagaimana game ini, lalu saya bercerita tentang eforia kala saya berain game ini, termasuk serunya liga domestik/liga Indonesia. Teman saya terheran dan bertanya “Hah Liga Indonesia? Apa asiknya?”, Saya bilang : “sebuah kenikmatan ketika kita bisa mendatangkan pemain asing yang belum pernah bermain di liga Indonesia baik di alam nyata maupun virtual, lalu pemain ini justru menjadi pemain pemain incaran – incaran tim lain karena kehebatannya, terlebih kita peroleh dengan free transfer” atau “ketika kita membeli pemain asing dari negara yang tidak bonafit sama sekali di dunia sepakbola, misal yang pernah saya lakukan adalah embeli pemain dari Macau, Azerbaijan, Turmenistan, Myanmar, lalu menjadi pemain yang diperhitungkan di liga Indonesia dan jadi inciran tiap jendela transfer”, kenikmatan lain adalah “ketika kita mengadakan trial / Seleksi di libur kompetisi ala Tim – tim liga Indonesia di alam nyata, lalu dapat pemain bagus yang kita butuhkan”.

Kenikmatan lain saya rasakan ketika masuk institusi saya kini yang berkeliling seluruh Indonesia (Setelah bertahun – tahun saya lupakan game itu), coba bayangkan saja dulu di “copa Indonesia” saya bertemu dengan PSKT Kota Tomohon, dulu saya berfikir mana itu Tomohon? Dan benar saja saat ini saya ditempatkan di Manado dan sering menghabiskan akhir pekan saya bersama istri, menyewa resort di Kota Tomohon, Ketika saya bermain di Liga Indonesia dulu ada klub pembuat kejutan namanya Gaspa Palopo, dan benar saja, ternyata intansi saya punya kantor perwakilan di Palopo dan sahabat dekat saya ditapatkan disana; institusi saya punya kantor perwakilan di Padang Sidempuan, mungkin sebagaian teman saya asing terhadap nama tersebut, namun saya tidak, karena saya pernah membeli pemain muda dari klub PSKPS Padang Sidempuan,hahaha

Mungkin satu yang tidak tersentuh oleh Game ini tentang Liga Indonesia: bahwa biaya operasional untuk mengitari Nusantara ini sangat sangat sangatlah tinggi. Di alam virtual, saya dengan leluasa menjadwalkan pertandingan uji coba hari ini bertandang melawan PSMS Medan, tiga hari lagi melawan Persigubin Pegunungan Bintang (karena yang memungkinkan memang klub ini), lalu tiga hari lagi bertandang ke Persibom Bolaang Mongondow (karena yang mengajak klub ini), namun tauhkah anda....

Perjalanan dari medan Ke Gunung Bintang (melawan Persigubin) itu pasti butuh waktu yang gila lamanya, Medan – Jayapura 6 jam (belum lagi kalau transit), lalu Jayapura ke Pegunungan Bintang masih harus naik pesawat lagi, jika tiket ke Jayapura saja paling murah Rp. 2.600.000 plus ke gunung bintang untuk pesawat baling bisa mencapai Rp 700.000 dikalikan pemain plus Official, bisa gila kan? Lalu perjalanan dari Pegunungan Bintang ke Bolaang Mongondow (melawan Persibom ceritanya) oper pesawat ke Jayapura (sudah saya bilang 700.000’an), lalu dari Jayapura menuju Manado tidak ada pesawat langsung, pastilah jatuhnya tiket mahal, lalu dari Manado ke Bolaang Mongondow sangat menyita waktu karena tidak ada akses melalui Pesawat namun jalan darat dengan jalan yang sangat sempit untuk ukuran jalan provinsi, yang pasti pemain dan official bisa gila jika melewati medan seperti ini, klub juga bisa gila atas pengeluaran operasional tim. hehehe

Baca tulisan sejenis : Pesona Liga Indonesia di FM (2) : SEBUAH LIGA INDONESIA IMPIAN

Minggu, 03 Mei 2015

Semoga Sepak bola wanita Maju

Lupakan sejenak prahara POLRI vs KPK atau Menpora vs La Nyala yang makin membuat jengah. Minggu – minggu ini ada event sepak bola yang cukup menggelitik di hati saya. Event tersebut adalah piala AFF wanita. Di pertandingan pertama Srikandi – srikandi kita kalah  0-2 dari Timnas Wanita Kamboja. Usut punya usut ternyata secara peringkat FIFA Kamboja wanita itu ranking 90. Pertanyaan saya? “masak sama ranking 90 kalah?”. Ya terang aja wong Timnas Wanita Indonesia ternyata ranking juru kunci. Hahahaha
Prihatin? Ya pasti. Lantas? Saya buat saja tulisan ini kali aja dibaca orang.
Wanita dan sepakbola, wanita saat ini selalu dikenal sebaga pemanis/”tombo ngantuk” di tribune, tak jarang supporter2 wanita ini ujungnya bisa ngetop/jadi selebritis. Nah kini kita dihadapkan pada pertanyaan : apakah kita mau sepakbola wanita Indonesia maju dan berkembang? Namun pertanyaan balasannya adalah “apakah anda mau putri anda jadi pemain sepakbola?”.

Pertanyaan yang wajar untuk Negara ketimuran seperti kita. Namun apa itu sebagai penghalang untuk berprestasi? Sepertinya kok tidak? Lihat saja Timnas Wanita Iran? Mereka eksis habis. Atau tak perlu jauh – jauh sampai Iran. Di Negeri kita Proliga, Voli, begitu cetar membahana. Mereka bisa kenapa Sepak bola wanita tidak?
Memajukan olah raga yang sama sekali engga poluler itu harus melewati tahap. Menurut saya ada tahap Penyaringan dan Pemopuleran/Promosi. (Wasyeeek…)

        Penyaringan
Hal yang tidak bisa ditawar – tawar lagi adalah Buat system kompetisi tersistem : LIGA. Tak cukup hanya Kejurnas yang sifatnya musiman tapi yang dibutuhkan adalah Liga Sepakbola Wanita. Hal ini bisa jadi tantangan juga bagi Kemenpora yang sedang membekukan PSSI. Kira – kira Kemenpora sanggup tidak membuat dan mengelola Liga Sepak Bola Wanita? Jangan koar – koar wal anget2 T*I ayam kayak LPI beberapa tahun lalu. Bilangnya bikin liga tandingan tapi malah kacau balau. Dipegang orang yang tak memiliki kompetensi.

Liga yang menurut saya efektif dan efisien adalah membagi minimal 3 wilayah atau per regional selayaknya Liga Nusantara,misalnya ni, Regional Jawa-Sumatera, Kalimantan, Sulawesi+Maluku Utara, Papua+Maluku, dan Bali+nusa jika pesertanya banyak. Biar banyak juga pemainnya di awal kompetisi diperbolehkan menggunakan jasa pemain asing jika perlu 5 slot.

     Pemopuleran

pixgood.com
Louisa Necib
Pemopuleran bisa dimunculkan dengan memasukan sepak bola dalam kegiatan olah raga siswa seperti Porda/Popda.
Namun pemopuleran yang cukup efektif adalah ketika Liga itu sudah terbentuk. Misalnya dengan hal – hal kecil seperti pamphlet dan Baliho yang berisi pertandingan atau jadwal pertandingan, hingga Icon/Ambassador. Icon tersebut merupakan pemain yang tidak hanya mahir bermain bola tapi juga wajah cakep, terutama pemain asing, setelah saya berkaca pada Proliga. Jika perlu ada Marquee Player, yang asing, yang jago, yang cakep.

Untuk masalah banyak pemain asing apa engga memajukan produk local ni? Jawabnya, ini beda sama sepak bola bung! Untuk “perkenalan” banyaknya pemain asing bisa jadi magnet juga kebijakan naturalisasi masih bisa lah ditoleransi atas dasar maklum. Baru nanti jika peminat sudah ramai. Batasin naturalisasi.


http://m.tribunnews.com/superball/2015/04/21/pesona-kiper-cantik-timnas-tiongkok-akhirnya-ada-alasan-nonton-piala-dunia-wanita
Zhao Lina 
Semoga bakal ada Maulina Novryliani dan Rani Mulyasari Baru atau bahkan sukur - sukur bakal ada Zhao Lina dan Louisa Necib di Indonesia... Semoga...

Jaya Sepak Bola Nasional!!!!!

Rabu, 04 Maret 2015

Ijinkan Saya Bersua Kembali (my New Life)

My wedding
Hai... lama sekali saya enggak muncul di dunia perbloggeran...
maaf ya, saya benar2 sudah masuk area penempatan definitif, mengalami fase sibuk,
entah itu sibuk untuk Pekerjaan, juga sibuk dirumah untuk istri saya..hehe *udah merried ni critanya sama si Kripiksingkong..hahaha



my pre wed
Oke saya critain kehidupan baru saya yaaa, kehidupan yang sangat - sangat baru..
memulai aktifitas.. bangun.. dan berkewajiban membangunkan cewek cantik disebelah saya,hehehe
Mau berangkat ke kantor, ada stylish-nya ni sekarang, baju sudah siap, selalu dirapikan setelah saya pakai, kumis klimis, IDcard-tag dipasangkan, selalu ada teh/kopi arabika toraja yang manisnya pas di meja makan dan tentunya sarapan yang supeer bergizi, (sebelum nikah ga pernah sarapan,hehehe)

Di kantor, saya bukan lagi staff junior karena senior+mentor saya sudah mutasi ke Jawa, senior saya adalah teman se-almamater Fakultas Hukum (FH) UNDIP, Tapi bliau angkatan 2002 (5 tahun diatas saya), namanya Muh Abdus Salam biasa aku panggil Mas Doel, tempat saya belajar, bertanya, minta pendapat, plus teman nostalgia tentang dosen2 UNDIP yang unik. Bener2 Top deh pokoknya mentor yang satu ini, banyak belajar-lah saya dengan beliau.. tapi sekarang saya hanya bisa bertanya via telp aja kalo ada kasus rumit, tapi lama2 pekewuh juga. Jadilah saya bayi yang menghadapi 70'an lebih perkara aktif dan belasan perkara yang sedang berjalan. Plus kewajiban untuk memberikan laporan tepat waktu, telaah hukum, berita Kantor dsb.. Hal inilah yang membuat saya lupakan hobi saya menulis di blog,hehe
tapi tenang aja, jam 12 saya bisa pulang ke rumah, untuk menyantap makanan lezat masakan istri saya, sebelum saya kembali ke kantor jam 12.30 (kadang lebih dikit),hehehe

sego Gudangan+Gereh layur
untuk sore hari, makanan khas jawa sudah ada di meja makan sepulang kantor, tapi ada kebiasaan baru nih, cuci tangan dan cuci kaki, scara selama saya jadi perjaka dulu, makan ya tinggal makan,haha

Buncis + beef szechuan
Tapi banyak perubahan ni sekarang setelah istri ikut ke Manado, sebelumnya makan itu hanya syarat kenyang aja tapi ini saya selalu makan lezat n non MSG. Pas pengen makan yang wow istri siap masakin szechuan, teriyaki, saus tiram, kroket mayo,Pancake dll, Pas kangen kampung halaman, istri langsung siapin sayur asem, gudangan, penyetan, mendoan, buntil, dan gudeg jack!! hemh gak salah kalo sekarang perut saya maju, agak susah gocek bola kalo futsal nih, ampun dah, tapi.. tetep laah.... I luv u honey!!!


lovely pancake
Akhir pekan slalu saya habiskan bersama istri tercinta, menikmati indahnya Sulawesi Utara bersama, tidak melewatkan boxoffice terbaru baik di Cine*axx, 21, maupun XXI, olah raga bersama : jogging di blvd Manado atau renang di Pondok Daun (rutin), mengunjungi objek2 wisata yang keren di sulawesi utara, kapan2 saya share di blog deh...

buat yang belum nikah, ayo nikah, nikah tu nyesel lho.. nyesel knapa gak dari dulu..hehehe




Rabu, 08 Oktober 2014

Sharing : Perjuangan menuju pegawai Kemenkeu

Haloha kawan - kawan... ijin share lagi ya...hehe
Mei lalu saya kan sudah share tentang tes masuk kejaksaan RI? [[http://kripikacangijo.blogspot.com/2014/05/sharing-seleksi-masuk-kejaksaan-ri.html]]
naaah... sekarang saatnya saya share tentang institusi yang saya pilih untuk bisa memberikan kontribusi yang banyak untuk negeri tercinta ini, hehehe

Yup!! Kementerian Keuangan atau Ministery of Finance yang dikenal sebagai Bendahara Umum Negara (BUN). Denger - denger sekarang lagi pada tahapan test ya? nunggu pengumuman TKD ya? pada dapat berapa nih score TKDnya? pasti pada lebih tinggi dari jaman saya? semangat ya!! sambil nunggu baca ini ni...hehehe

Setelah beberapa pertimbangan (saya ceritakan di akhir) akhirnya aku pilih kementerian yang satu ini, kementerian yang mempunyai instrumen kebijakan yang banyaaaak sekali. Mau dapat anggaran belanja? Kemenkeu Jawabnya, Mau penerimaan negara tinggi Kemenkeu jawabnya, mau produk lokal mendunia? Kemenkeu punya andil via Bea Cukai, Mau aset di Indonesia jelas, transparan, terkendali? Mau Perusahaan Asing jadi BUMN? ya Kemenkeu Jawabnya melalui Dirjen Kekayaan Negara, atau mau gaji tepat waktu?hehe sekali lagi Kemenkeu Jawabnya Dirjen Perbendaharaan Negara. 

Oke aku langsung cerita ya...

PERJUANGAN PERTAMA:
Rajin Shalat sunah, rajin baca qur'an (bukan riya' lho ini) saya hanya mengajak kawan - kawan kalo pengen masuk institusi impiannya ya tingkatkanlah amal ibadah,hehe jangan lupa stop kegiatan yang ga bermutu, kayak clubbing, pacaran yang ga ada arahnya, nonton film yang engga2,hehehe

Kemudian,,
Bacalah doa saat akan mendaftar online, saat itu saya baca ayat kursi, Al Iklas, Al Annas, Al Falaq, dan doa nabi nuh yang kurang lebih seperti ini :Rabbi Anzilni Munzala Mubaraka wa Anta Khoiru Munzilin. tapi terserah kawan - kawan lho doanya pake ayat apa, yang jelas doa, minta pada-Nya.

Nah saat ambil kartu test hampir saja saya miss kalo saja engga diingatkan seorang kawan. itulah fungsinya doa kawan. karena pengumuman lolos seleksi administrasi dan pengambilan kartu tes itu dekat sekali.

TKD
Oke selanjutnya saya ceritakan saat akan menjalani TKD, saya sempat bingung karena jadwal TKD dengan psikotes OJK itu bersamaan. dilema sekali... setelah berdoa, minta nasehat, akhirnya saya lupakan OJK (yang sudah tahap lanjut) untuk pilih Kemeterian Keuangan, ya ada unsur sadar kemampuan juga sih, eits.. tapi bukan berarti OJK lebih baik lho ya? kacamata saya saat itu saja.

Berangkatlah saya menuju Jogja dengan calon istri tercinta yang mau kasih support (maklum saya abis nangis2 karena gagal medical check up BUMN dan HARI SABTU). Tapi kasian dia juga, nungguin di mobil, panas, kringetan, make up luntur (tapi tetep cantik kok, hehe) dan tharaaa, hasil TKD saya cuma 343. Dikit ya? nda papa yang penting lolos..hehehe

menunggu TKD itu bikin deg deg seeerr... saya masih ada rapat dengan perusahaan lama saya di pulau Karimunjawa. sebenarnya saya tidak mau ikut, mending nunggu pengumuman, takutnya jarak hari dengan tes selanjutnya dekat seperti saat pengumuman administrasi, pengambilan kartu test, dan TKD. Tapi bos besar MEWAJIBKAN saya. dengan penuh rasa deg - degan, ga enjoy atas segala keindahan, saya berangkat dengan berbekal pesan calon mertua "Mas, kalau rejeki gak kemana mas..."

Dan, hari kedua saya di Karimunjawa, keluarlah pengumuman dan Lolos ke Psikotes 2 minggu lagi!!! langsung deh saya snorgkling gak mau berhenti, jebur laut ga pakai pelampung (ya di tepi aja sih), makan ikan banyak, ketawa ketiwi, sampai hari terakhir saya di karimunjawa badan saya mriang.

PSIKOTEST
Di tahap psikotest inilah bisa dibilang "poendjak perjoeangan-nja"... Kerjaan kantor menumpuk membuat saya harus pulang malam (kantor saya Semarang), harus kembali ke rumah dulu (di Ambarawa) buat ambil mobil lalu meluncur ke Yogyakarta pukul 00.00. Padahal kalian tau? Sebelum Psikotest istirahat harus cukup. Pesan saya : kalau bisa istirahat, istirahatlah yang cukup. kalau mengalami hal seperti saya ya banyak berdoalah sepanjang jalan.
Oya, Psikotest ini pada saat weekdays, untung saja ada permohonan yang harus diurus di yogyakarta, sehingga saya tidak perlu ijin apalagi cuti. dan... mengurus permohonan ya di tempat saya psikotest.. di gedung Keuangan Negara. Psikotest dimulai pukul 8 pagi dan selesai pukul 16.15, langsung saya bergegas ke lantai bawah untuk mengurus permohonan sebelum tutup kantornya.hehehe Alhamdulillah bereees..... test oke kerjaan oye... biarpun besoknya uda berasa pengen tidur seharian aja..

INTERVIEW dan JASMANI
untuk tahun saya berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya, karena kedua test ini dijadikan satu kesatuan nilai. untuk dua test ini saya secara gentle harus ijin boss dan katakan apa adanya biar kalau ketrima boss bisa cari karyawan baru. jangan ada moral hazard diantara kita pokoknya..hehe

Hari pertama adalah interview, pertanyaan seputar nilai kementerian keuangan, harus jujur ya kawan!! soalnya interviewernya ada dua, yang satu independen yang satu pegawai kementerian keuangan. yang independent sakti banget lho bisa tau kita bohong apa engga (Psikolog getoo). Kalau diberi kesempatan bertanya jangan menanyakan hal - hal yang bisa buat aneh seperti "pak, kalo diterima lalu saya mengundurkan diri kena penalty ndak?" itu bunuh diri kawan!!

Hari kedua adalah jasmani/kebugaran. yang diperlombakan (hehe) adalah Lari 12 menit, lari angka 8 SAJA (ya.. karena saya bandingkan saat saya ikut test AKMIL dulu,hehe) sebelumnya diperiksa dulu kesehatan kita seperti tensi, dsb. Oya yang tenang ya kawan jangan sampai tensi kalian tinggi. Untuk lari saya berhasil mendapat posisi 4 di kloter saya, dengan 7 putaran. tapi heran, kenapa beberapa hari ini dinilai saya kurang bugar oleh pusat berdasarkan hasil kebugaran. sungguh aneh.

PENGUMUMAN
daaan.... akhirnyaaaa.....
pengumuman pun tiba, eiits.... nanti dulu... pengumuman yang sejatinya tanggal 4 desember 2013 tidak bisa diumumkan karena ada semacam sinkronisasi kebijakan antara Kemenkeu (dan kementerian lain) dengan Kementerian PAN RB. sementara saya sangat berharap tanggal itu agar tidak usah mengikuti test tahap akhir di Kejaksaan tanggal 6-nya. saya berharap adil saja, kalau sya diterima ya sudahlah biar kursi di Kejaksaan untuk mereka yang berhak, tapi kalu emang tidak saya akan berjuang habis2an di tes akhir Kejaksaan dan saya tidak berharap diterima dua - duanya.

Tapi apalah daya, pengumuman-pun belum kunjung tiba, hingga saya harus ikut test akhir di Kejaksaan RI. kalian tau lah perasaan saya? saya tidak mau gambling dengan tidak ikut test di Kejaksaan, "okelah ya kalo saya ketrima Kemenkeu, tapi bagaimana kalo tidaak?" itulah pikiran saya. Hingga tes Kejaksaan selesai belum juga pengumuman itu muncul. Saya putuskan, mana yang nerbitin pengumuman dulu ya itulah yang saya pilih. Dua institusi yang menurut saya itu sangat keren.

hingga akhirnya di suatu malam, malam tanggal 25, ibu saya yang non stop tidak tidur dari jam 1 malam mantengin tab, sampai akhirnya saya dibangunkan untuk shalat subuh lalu ibu berkata... "Nak, sujud syukur dulu, kamu keterima Kemenkeu" setelah saya lihat "Dirjen Kekayaan negara" Alhamdulillaaah..... meski akhirnya 2 hari lagi saya sempat galau karena juga keterima di Kejaksaan. tapi sekali lagi Alhamdulillah atas apa yang saya capai dan saya pilih. 

Senin, 01 September 2014

Untuk Kalian yang akan mengikuti Tes CPNS siaplah melakukan perubahan

temen2ku pada bilang "jd PNS itu susah", aku bilang "wahai putra putri ibu pertiwi yg cinta pada negeri, berikan kontribusi, turutlah ambil bagian dlm suatu reformasi dan transformasi, berikan terbaik untuk negeri ini bukan untuk perut kantung pribadi, bersiaplah untuk megabdi" (untuk kalian yg lagi ikut cpns'an) / L.W. via Facebook, Agustus 2014

Sungguh saya tidak bohong, kebanyakan teman saya yang sudah PNS mengatakan jadi PNS itu tidak enak, di kementerian keuangan terlebih, banyak pegawai yang pandai (berasal dari sekolah kedinasan paling bonafit di negara ini) yang mengajukan resign. Alasannya, banyak ketidak jelasan, Gaji tidak sesuai dengan beban kerja, dan sebagainya.

Ya begitulah birokrat, kami akan lakukan segala mekanisme khususnya yang berkaitan dengan uang dengan sangat hati - hati sekali. Salah prosedur akan berakibat fatal bagi kami mengingat strictnya undang - undang Korupsi yang mau tidak mau memang harus dibuat seperti itu. Tidak jarang itu merugikan rekan kami sendiri seperti telat bayar gaji, telat bayar tunjangan, rapel ini rapel itu, status menggantung.

Tapi percayalah kawan, menjadi PNS bukan semata - mata untuk menafkahi keluarga atau membeli sesuatu saja, jika paradigma kita hanya berparadigma seperti itu, tentu kita akan kecewa, karena terkadang honor, tunjangan, itu akan mengecil seiring dengan inflasi. Menjadi PNS bukan untuk santai - santai ria, salah besar itu!!! kalo kita berparadigma seperti itu, pasti kita akan selalu merasa penghasilan kita kurang, merasa gila dengan target - target, bahkan (naudzubilahimindzalik) menghalalkan segala macam bentuk uang yang bukan rejeki kita. Karena saya yakin, pendapatan cukup untuk makan dan menabung.

Menjadi PNS, maka ubahlah paradigma kita menjadi : Berkontribusi sebesar - besarnya untuk negara yang telah mensejahterakan kita, rakyat dan pengusaha yang telah susah payah membayar pajak, pahlawan - pahlawan kita yang berjuang untuk kemerdekaan kita, serta negara kita yang masih "dijajah" dalam bentuk lain. Tongkat Estafet dari pahlawan negara kita beralih untuk kita para PNS.

Ingat kata - kata founding father kita :
"jangan tanyakan apa yang negara berikan untukmu tapi apa yang engkau kontribusikan kepada negara"
PNS atau akan ber-reformasi menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah generasi muda yang siap menggebrak dengan kebiasaan baru, anti santai, gak mata duitan, dan akan menjadikan negara kita Indonesia merdeka secara utuh, Emas - emas kita adalah untuk kita, ikan di laut adalah kekayaan kita, air, tanah dan kekayaan yang terkandung di dalamnya adalah untuk anak cucu kita. PNS adalah yang berkontribusi bukan tukang pakai uang rakyat!!!!! Bersiaplah untuk perubahan kawan!!!!!!